Tuesday, 28 April 2015

Konsep 5D dalam berwirausaha


  • Dream ( mimpi )
    • impian (dream) dan visi yang jelas tentang masa depannya
  • Decisiveness 
    • kemampuan untuk mengambil keputusan secara akurat, penuh perhitungan dan tidak lamban
    • tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan
  • Doers
    • mengambil keputusan dengan matang, maka seorang wirausaha akan segera menindaklanjuti dengan
    • tindakan (doers) yang cepat dan terukur
    • bukan NATO
  • Determination ( Determinasi )
    • melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian
    • tanggung jawab
  • Dedication ( Dedikasi )


Komentar : Menurut saya Dalam Berwirausaha harus didasari dengan mimpi yang kuat dan determinasi yang tinggi.


Monday, 6 April 2015

Pengaruh Sebuah Pengetahuan,Skil Dan Atitude Terhadap Usaha


Pengetahuan Kewirausahaan

            Skill (keterampilan), knowledge (pengetahuan), dan attitude (sikap), adalah tiga kompetensi yang harus dimiliki dan diperhatikan oleh setiap orang. Diantara ketiganya, yang dapat memberi peluang sukses besar dalam dunia kerja adalah attitude yang baik dan sesuai harapan. Pendidikan diyakini dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki manusia. Dengan pendidikan, kekuatan intelektual, daya moral maupun daya sosial d
apat dikembangkan. Selain itu melalui pendidikan pula, pengetahuan,sikap dan keterampilan dapat ditingkatkan. Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar, yang bertujuan untuk mengubah tingkah laku seseorang. Kegiatan pendidikan tersebut perlu  dirancang, diatur, dimonitor sedemikian rupa dan dievaluasi agar mampu mencapai tujuan yang telah ditentukan Pendidikan kewirausahaan yang memiliki peran penting bagi tumbuhnya minat wirausaha dapat diklasifikasn dalam 4 kategori. Menurut Alcadeet al., (2002) ,kategori tersebut adalah :entrepreneurialawareness education,dimana kategori pendidikan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan jumlah orang yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang kewirausahaan. Pendidikan ini mengarahkan ke satu elemen yang menentukan minat , misalnya pengetahuan, keinginan maupun kemungkinan untuk melakukan kegiatan kewirausahaan. Kategori kedua adalah education for start – up , kategori pendidikan kewirausahaan yang difokuskan pada aspek praktik yang spesifik pada tahap permulaan usaha, misalnya bagaimana mendapatkan modal usaha, aspek legalitas wirausaha dan lain -lain. Kategori ketiga adalah education for entrepreneurial dynamism, tujuan dari pendidikan kewirausahaan kategori ini adala tidak alagi untuk menumbuhkan minat akan tetapi mengembangkan perilakku yang dinamis untuk memajukan kegiatan kewirausahaan yang telah dilalukan. Kategori pendidikan kewiraushaan yang teralhir adalah continuing education for entrepreneur. Kategori pendidikan kewirausahaan ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan wirausahan yang telah ada.
            Pengetahuan memiliki peran yang sangat penting dalam aspek kehidupan manusia. Secara umum, pengetahuan didefinisiskan swebagai segala sesuatau yang diketahui atau berkenaan dengan segala sesuatu. Pengetahuan memungkinkan manusia mengembangkan ketrampilan yang berguna bagi kehidupan. Demikian halnya dengan pengetahuan kewirausahaan, juga memiliki peran yang sangat penting kegiatan kewirausahaan. Menurut Hisrich (2008), pengetahuan kewirausahaan adalah dasar dari sumber daya kewirausahaan yang terdapat didalam diri individu. Terdapat beberapa bentuk pengetahuan yang harus dimiliki oleh se o rang wirausahawan (Suryana, 2008), yaitu : pengetahuan mengenai usaha yang akan dirintis dan pengetahuan akan lingkungan usaha di sekitarnya yang akan mempengaruhi kegiatan wirausaha; pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab; pengetahuan tentang kepribadian dan tanggung jawab; dan pengetahuan yang terkahir adalah pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis.

Skill ( Knowledge ) Dalam Berwirausaha
  1. Ketrampilan dasar
    • Memiliki mental dan spiritual yang tinggi
    • Memiliki kepribadian yang unggul yaitu mampu merumuskan hidup, memanfaatkan waktu dan selalu berpikir positif
    • Pandai berinisiatif
    • Dapat menyusun suatu rencana
    • Dapat mengkoordinir kegiatan usaha
    • Memiliki pendidikan formal
  2. Ketrampilan khusus
    • Conceptual Skill yaitu ketrampilan melakukan usaha secara menyeluruh berdasarkan konsep yang dibuat dalam berwirausaha
    • Technical Skill yaitu ketrampilan melakukan dan mempraktekan teknik-teknik tertentu di dalam mengelola usahanya
    • Human Skill yaitu ketrampilan untuk bekerja sama dengan orang lain, bawahan dan sesama wirausahawan
  
Attitude dalam Berwirausaha

Attitude dapat dikatakan sebagai Etika atau dalam arti luas :
  • Attitude adalah tata cara berhubungan dengan manusia lainnya, karena masing-masing masyarakat beragam adat dan budaya.
  • Attitude sering disebut sebagai tindakan mengatur tingkah laku atau perilaku manusia dengan masyarakat.
  • Tingkah laku itu perlu diatur agar tidak melanggar norma-norma atau kebiasaan yang berlaku dimasyarakat.
Attitude wirausaha secara umum :
  • Sikap dan perilaku seorang pengusaha harus mengikuti norma yang berlaku dalam suatu negara atau masyarakat.
  • Berpenampilan sopan dalam suatu situasi atau acara tertentu.
  • Cara berpakaian yang layak dan pantas.
  • Cara berbicara yang santun dan tidak menyinggung orang lain
  • Perilaku yang menyenangkan orang lain.
Etika dan norma setiap pengusaha :
1. Kejujuran.
2. Bertanggung-Jawab.
3. Menepati Janji.
4. Disiplin.
5. Taat Hukum.
6. Suka Membantu.
7. Komitmen Dan Menghormati.
8. Mengejar Prestasi
Tujuan dan manfaat etika wirausaha :
  1. Tujuan etika harus sejalan dengan tujuan perusahaan.
  2. Manfaat etika bagi perusahaan.
             - Persahabatan dan pergaulan.
             - Menyenangkan orang lain.
             - Membujuk pelanggan.
             - Mempertahankan pelanggan.
             - Membina dan menjaga hubungan.
  
Wirausahawan sebagai pelaku bisnis dalam interaksinya dengan mitra mitra usaha akan dihadapkan pada kondisi yang menguntungkan maupun yang merugikan.Wirausahawan akan berada pada lingkungan yang beragam, bila dilihat dari aspek dunia usahanya, status sosialnya, maupun dari aspek norma yang dianutnya, Wirausahawan yang berhasil salah satu cirinya dapat dilihat dari segi kemampuan bergaul dalam kehidupan bisnisnya. Oleh karena itu, aspek pergaulan memegang peranan penting, maka bagi seorang wirausahawan disamping memiliki kemampuan memimpin dan berbisnis harus memiliki serta memahami etika bisnis. Disamping dipahaminya etika bisnis, kemampuan mengidentifikasi dan menghadapi permasalahan bisnis pun juga tidak dapat dikesampingkan.


 Sumber Jurnal selengkapnya dapat dilihat disini dan juga disini .

Monday, 30 March 2015

KONSEP KEWIRAUSAHAAN

Nama : Misbach Surury
NBI    : 1461404927


KONSEP KEWIRAUSAHAAN

            Konsep dari kewirausahaan adalah membantu untuk memahami aspek variasi kewirausahaan dengan cepat mengidentifikasi segala bentuk kesempatan yang cemerlang dalam hal berbisnis. Ada 3 model kerumitan dalam berkompetensi di bidang berbisnis yaitu 1. Kesetiaan , 2. Kesadaran , 3. Keaslian. Berbagai rincian dari kompetensi ini diuraikan untuk menjelaskan pola perilaku seorang pengusaha / pebisnis. Model ini memperlakukan perilaku pengusaha sebagai hasil variable daan mengakui bahwa ada variasi yang signifikan dalam perilaku pengusaha satu dengan yang lain. Model kebingungan akal ini menjelaskan dan memberikan kontribusi terhadap teori kemajuan dan menghasilkan hipotesis penelitian baru.
Berikut Definisi-Definisi yang dikemukakan oleh para pangusaha yang ada di dunia :
1. Schumpeter (1934) : “ Seorang kewirausahaan adalah orang yang melakukan kombinasi baru  yang menyebabkan diskontinuitas. Mereka melakukan kombinasi baru mencakup kualitas yang baik , metode produksi yang baru , pembukaan pasar baru atau penaklukan sumber bahan baku baru .
2. Hoselitz (1960)        : “ Pengusaha adalah orang yang membeli pada harga yang tertentu dan menjual dengan harga yang tidak pasti .
3. Leibenstein (1968) : “ Seorang pengusaha adalah orang yang marsekal semua sumber daya yang diperlakukan untuk memproduksi dan memasarkan produk yang menjawab kekurangan pasar.
4. Kirrzner (1985)       : “ Seorang pengusaha adalah orang yang dianggap peluang keuntungan dan memulai tindakan untuk memenuhi kebutuhan saat ini yang belum puas.
5. Cole (1968)             : “ Kewirausahaan adalah kegiatan yang bertujuan untuk memulai , mempertahankan dan mengembangkan bisnis yang berorientasi keuntungan.

MODEL PERILAKU PENGUSAHA

            Model heuristic menyajikan perilaku-perilaku kewirausahaan melalui integrasi dan augmentasi literature yang ada. Model – model tersebut meliputi 5 faktor utama yaitu :
1. Faktor Latar Belakang ( Demografi dan karakteristik Psikologis )
2. Sikap
3. Situasi
4.Niat
5. Akal kewirausahaan dan perilaku kewirausahaan.

KOMPONEN AKAL KEWIRAUSAHAAN

Kompetensi Kognitif
1. Kemampuan Untuk menganalisa dan memahami informasi dalam jumlah besar.
2. Kemampuan untuk mengambil resiko
3. Inovasi
4. Toleransi untuk ketidakjelasan dan ketidakpastian

Kompetensi Afektif
1. Kemampuan untuk mengontrol perasaan depresi
2. Keinginan kompetitif untuk unggul
3. Kemampuan untuk bertahan
4. Tinggi keinginan untuk bertahan
5.  Ketidakpuasan dengan status quo

Kompetensi berorientasi – aksi
1. Kemampuan untuk mengambil alih dan memimpin karyawan
2. Kemampuan untuk mempengaruhi lembaga-lembaga eksternal
3. Kemampuan untuk menemukan marshal dan kontrol sumber daya
4. Kemampuan untuk membangun jaringan yang  kuat

            Singkatnya , model konseptual yang disajikan disini dapat dilihat sebagai lensa untuk melihat pola yang berbeda-beda dari perilaku kewirausahaan. Upaya terakhir untuk belajar berwirausaha / berbisnis agar lebih difokuskan pada 3 faktor kunci yaitu : (a) Faktor apa yang menyebabkan munculnya pengusaha , (b) Bagaimana pengusaha berperilaku dan (c) Apa hasil dari kewirausahaan . Sedangkan model ini mencoba untuk memberikan jawaban yang lebih baik untuk pertanyaan pertama , harus diakui bahwa hal itu juga merupakan keberangkatan yang signifikan dari model yang sudah ada.


           

 
biz.